Disepakati, R-APBD Medan 2021 Rp5 Triliun Lebih


Medan,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan bersama Pemko Medan menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan TA 2021 sebesar Rp5,15 triliun lebih.


Kesepakatan itu ditandatangani Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, diwakili Sekda, Wiriya Alrahman, bersama pimpinan DPRD Kota Medan dalam sidang paripurna dewan yang dipimpin Ketua Hasyim, bersama Wakil Ketua Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan T. Bahrumsyah, Selasa (18/8/2020).


Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan terkait dengan penyampaian rancangan KUA-PPAS R-APBD tahun 2021, Pemko Medan melalui tim anggaran pemerintah daerah bersama-sama dengan badan anggaran DPRD, telah membahas rancangan arah kebijakan umum APBD serta PPAS TA 2021. 


Dikatakatan Sekda, pembahasan yang dilakukan telah sesuai dengan struktur belanja dan pendapatan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.


Dalam struktur baru sebagaimana yang ditetapkan dalam pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 30, ujar Sekda, disebutkan bahwa pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.


“Sedangkan untuk ketentuan belanja pada pasal 55 disebutkan belanja terdiri atas belanja tidak terduga dan belanja transfer,” ungkap Sekda.


Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan, imbuh Sekda, disepakati pendapatan daerah tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp5,15 triliun lebih, dengan rincian belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp5,30 triliun lebih. Kemudian dari sisi pembiayaan, netto tahun 2021 sebesar Rp150 miliar yang digunakan untuk mendukung belanja daerah. 


Melalui formulasi anggaran yang disepakati tersebut, diharapkan APBD Kota Medan TA 2021, dapat menjadi stimulus percepatan dan perluasan pembangunan kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Sekda menambahkan, pemerintah pusat telah mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi, dimana di tahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh dunia termasuk di Kota Medan terpuruk akibat pandemi Covid-19. 


“Kita semua juga berharap agar APBD tahun 2021 ini nantinya dapat kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi akibat wabah Covid-19 di tahun 2020 ini,” harap Sekda.


Lebih lanjut Sekda juga mengungkapkan bahwa di tahun 2021 ini juga merupakan tahun terakhir dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan tahun 2016-2021. 


Maka dari itu Sekda berharap APBD 2021 ini nantinya dapat tercapai semua target-target pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Medan tahun 2016-2021 serta mampu berfungsi sebagai stimulus pembangunan kota.


Sekda menyampaikan bahwa penyusunan KUA PPAS tahun 2021 ini telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagaimana yang diamanatkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. 


“Aplikasi SIPD wajib digunakan oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia di dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sampai dengan penyusunan APBD nantinya,” jelasnya. 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama